Merawat Burung Murai
Untuk merawat murai tidak perlu sulit seperti burung-burung lain karena harus memiliki perawatan khusus. Perawatan burung murai tidak terlalu sulit karena burung jenis ini memiliki karakter makan yang tidak rakus. Perawatan yang perlu dilakukan hanya sebatas pemberian vitaman, makanan EF dan pembersihan kandang seperti perawatan kacer.
Perawatan murai bisa kita lakukan setiap hari seperti membersihkan kotoran, memberikan air minum yang bersih, memasterin dengan suara yang tepat, penjemuran yang tidak terlalu lama serta pemberian kroto/jangkrik yang tidak terlalu banyak.
Selain itu, kamu juga jangan lupa krodong burung setiap malam agar tidak takut dan lebih intensif saat beristirahat. Selain itu, manfaat krodong juga dapat meminimalisir tingkat stres yang terjadi pada burung. Yang terpenting agar burung rajin bunyi adalah melakukan perawatan setiap hari.
Suara yang Bagus Untuk Isian Murai
Banyak diantara kita masih bingung dengan karakter suara dari burung mahal ini. Tapi, ada sebagian orang yang juga pecinta murai mulai menarik perhatian. Bahkan beberapa video yang saya lihat di youtube burung murai memiliki suara seperti angkatan suara burung kenari, ciblek dan trucukan.
Tapi apapun yang menjadi dasar isian burung murai itu tidak terlalu penting kalau misalnya burung tersebut bagong. Bagong adalah situasi dimana burung merasa terancam atau takut, biasanya burung akan menggembung atau bulunya seketika tebal. Ini artinya burung tersebut kalah mental karena belum siap untuk ditarungkan.
Suara isian murai yang bagus adalah kenari, ciblek, kacer, cucak rowo dan jenis burung yang memiliki karakter suara yang keras. Karakter suara burung murai memang terkadang sangat sulit ditebak, yang perlu kita lakukan adalah melakukan pemasteran atau masterin murai secara bertahap.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 Response to "Merawat Murai Batu"
Posting Komentar